Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Untukmu Si Biang Luka

Gambar
Untukmu Sang Biang Luka Bayangmu adalah neraka dan surgaku. Aku mencintainya, pun aku membencinya. Dia kerap kali membawa luka yang menggores dalam. Meski tak dapat kupungkiri, dia telah menjadi warna dan rumah dari setiap rinduku. Aku tak pernah mengerti, mendengar namamu saja rinduku selalu bertumpah ruah. Senyummu adalah candu memabukkan. Entah sejak kapan, aku mulai mencandui pahatan senyummu. Terlampau indah, mengalahkan langit, bulan, bintang, pun rona jingga yang dulu biasa kupuja. Bahkan rinai hujan, dia hanya bisa menjadi teman ku berbagi rindu. Argh, senyummu selalu memabukkan. Kamu adalah defenisi dari rindu tak terbendung. Namamu adalah tujuan dari segala asa yang tertanam di dalam sana. Sayangnya, kamu pun potret dari serpihan luka yang luar biasa. Kamu adalah pembentuk dari semua ukiran-ukiran merah di tiap sudut hatiku. Kamu merombak, kamu menghancurkan tatanannya, kamu meremukan setiap tetes darah di dalamnya, kamu mematikan hatiku dalam sekejap. Kamu, si peng...